Mengenai Saya

Foto Saya
Sentani, Jayapura, Indonesia
I belong to God. He has been redeem and forgive of all my sins. He has change me from who i was to who i'm now so.. it's only by His grace--> By using this blog, I want to share how great is God's grace in my life. I also want to share how does He lead and mold me to be more Christ-like each day.

Jumat, 21 Oktober 2011

You can make a difference

duluuuu bgt sebelum aku kuliah di teacher college,, aku pernah baca artikel ini. dah laammaaa bgt. trus suatu kali aku lg brwsing,, nemu artikel ini lg, klo dulu aku sekedar baca dan angguk2 sekarang, aku sambil nangis bacanya. sungguh karna someday,  i'm a christian teacher. hopefully ini artikel bs terus jadi semangat tuk calon2 guru atau guru yang sedang bergumul..

 

You can make a difference

As she stood in front of her 5th grade class on the very first day of school, she told the children an untruth. Like most teachers, she looked at her students and said that she loved them all the same. However, that was impossible, because there in the front row, slumped in his seat, was a little boy named Teddy Stoddard.
Mrs. Thompson had watched Teddy the year before and noticed that he did not play well with the other children, that his clothes were messy and that he constantly needed a bath. In addition, Teddy could be unpleasant. It got to the point where Mrs. Thompson would actually take delight in marking his papers with a broad red pen, making bold X’s and then putting a big ‘F’ at the top of his papers.

At the school where Mrs. Thompson taught, she was required to review each child’s past records and she put Teddy’s off until last. However, when she reviewed his file, she was in for a surprise.

Teddy’s first grade teacher wrote, ‘Teddy is a bright child with a ready laugh. He does his work neatly and has good manners… he is a joy to be around..’

His second grade teacher wrote, ‘Teddy is an excellent student, well liked by his classmates, but he is troubled because his mother has a terminal illness and life at home must be a struggle.’

His third grade teacher wrote, ‘His mother’s death has been hard on him. He tries to do his best, but his father doesn’t show much interest, and his home life will soon affect him if some steps aren’t taken.’

Teddy’s fourth grade teacher wrote, ‘Teddy is withdrawn and doesn’t show much interest in school. He doesn’t have many friends and he sometimes sleeps in class.’

By now, Mrs. Thompson realized the problem and she was ashamed of herself. She felt even worse when her students brought her Christmas presents, wrapped in beautiful ribbons and bright paper, except for Teddy’s. His present was clumsily wrapped in the heavy, brown paper that he got from a grocery bag. Mrs. Thompson took pains to open it in the middle of the other presents.

Some of the children started to laugh when she found a rhinestone bracelet with some of the stones missing, and a bottle that was one-quarter full of perfume. But she stifled the children’s laughter when she exclaimed how pretty the bracelet was, putting it on, and dabbing some of the perfume on her wrist.

Teddy Stoddard stayed after school that day just long enough to say, ‘Mrs. Thompson, today you smelled just like my Mom used to.’

After the children left, she cried for at least an hour. On that very day, she quit teaching reading, writing and arithmetic. Instead, she began to teach children. Mrs. Thompson paid particular attention to Teddy. As she worked with him, his mind seemed to come alive. The more she encouraged him, the faster he responded. By the end of the year, Teddy had become one of the smartest children in the class and, despite her lie that she would love all the children the same, Teddy became one of her ‘teacher’s pets..’

A year later, she found a note under her door, from Teddy, telling her that she was the best teacher he ever had in his whole life.

Six years went by before she got another note from Teddy. He then wrote that he had finished high school, third in his class, and she was still the best teacher he ever had in life.

Four years after that, she got another letter, saying that while things had been tough at times, he’d stayed in school, had stuck with it, and would soon graduate from college with the highest of honours. He assured Mrs. Thompson that she was still the best and favourite teacher he had ever had in his whole life.

Then four more years passed and yet another letter came.. This time he explained that after he got his bachelor’s degree, he decided to go a little further. The letter explained that she was still the best and favourite teacher he ever had. But now his name was a little longer…. The letter was signed, Theodore F. Stoddard, MD.

The story does not end there.

You see, there was yet another letter that spring. Teddy said he had met this girl and was going to be married. He explained that his father had died a couple of years ago and he was wondering if Mrs. Thompson might agree to sit at the wedding in the place that was usually reserved for the mother of the groom. Of course, Mrs. Thompson did. And guess what? She wore that bracelet, the one with several rhinestones missing. Moreover, she made sure she was wearing the perfume that Teddy remembered his mother wearing on their last Christmas together.

They hugged each other, and Dr. Stoddard whispered in Mrs. Thompson’s ear, ‘Thank you Mrs. Thompson for believing in me. Thank you so much for making me feel important and showing me that I could make a difference.’

Mrs. Thompson, with tears in her eyes, whispered back. She said, ‘Teddy, you have it all wrong. You were the one who taught me that I could make a difference. I didn’t know how to teach until I met you.’

(For you that don’t know, Teddy Stoddard is the Doctor at Iowa Methodist in Des Moines that has the Stoddard Cancer Wing.)

Sumber: sityb@yahoogroups.com
http://mikeloveslia.blogspot.com/2010/11/you-can-make-different.html?spref=fb

Kamis, 20 Oktober 2011

aku dan mantanku

aku bersyukur bgt tuk waktu yg Tuhan kasih tuk aku dan mantan (*skrng aku pnya mantan. heheh) kemarin siang..

aku minta tlng dia berdoa untukku. beres berdoa kami share pelajaran apa yang kami dapetin pasca putus ini.

ternyata banyak banget hal-hal yang kami kira slama nie hubungan kami baik2 aja, tapi ternyata begitu banyak borok2nya, kami justru saling menghambat. ternyata mungkin slama ini begitu banyak yang dia pendem, sakit hatinya sama aku, dan ternyata slama ini aku banyak menyakitinya. dia belajar untuk lebih blakblakan, tegas, bisa pegang komitmen. aku belajar untuk gak terlalu dominan (karna perjalanan hidup aku buat aku lebih dominan, dan itu hal yang penting bgt tk aku blajar tunduk. karna Firman Tuhan juga ngajarin sebagai wanita yg nti akan jd istri harus tunduk sama suami^^), lain kali klo aku mulai hubungan aku  harus  jujur tentang hidupku, blajar mengendalikan emosi, dll. Aku juga lebih menghargai dan bangga padanya setelah putus ini, karna slama ini kedominan aku bikin dia gak berkembang. dan bersyukur dia ambil keputusan yang tepat banget tuk hubungan kami.

aku dan dia jadi sadar klo kami memang terlalu cepat memulai hub ini dulu. walaupun kami dah doain tapi tiap keputusan kami berjalan dengan kekuatan kami sendiri. dan gak tw kenapa walaupun berat bgt (iya aku ampir 3 malam nangis lho, bukan brarti aku putus trus enteng2 aja, ngerasain bgt koq keinget kenangan... layaknya ce normal lah ya. udah ah nti aku jd meloww2 lg), aku gak malu aku putus, aku ngerasa menang, menang lawan keinginan aku dan membiarkan Tuhan tuntun kehidupan cintaku. aku mau ikut rencananya Tuhan.

jadi pelajaran untuk nanti aku mau:
1. doakan pasangan hidup mulai sekarang. aku mau mencintainya jauh sebelum bertemu dengannya. di when God writes your love story ada  bagian yang bilang dalam amsal 31 (tw kan yg isinya untuk menjadi wanita bijak) nah aku lupa ayat tepatnya tapi ada di bilang "ia (wanita bijak itu) berbuat baik dan tidak berbuat jahat (mencintai) suaminya sepanjang umur hidupnya" lho?? mana mungkin aku bisa mencintai suamiku sepanjang umur kn toh ketemunya aja pas dah bangkotan. nah Firman Tuhan mau ajarin aku untuk mencintai suamiku jauh sebelum aku dan dia ketemu. makanya mulai skrng aku mau jaga hidup dan perasaan aku (yg aku tw walaupun dah ancur dikit, maap ya my husband.) yang terbaik yg bisa aku jaga.
 jd jgn buru2 ambil keputusan "dia orang yg tepat" gumuli dulu.. slalu sertakan Tuhan

2. ada bagusnya sebelum memutuskan berkomitmen. jujur apa adanya tentang kelemahan dan hidupku. aku gagal dibagian ini. gak smua aku beberin. karna kejujuran itu kunci kepercayaan. mau dia terima ato gak itu urusan Tuhan proses dia. justru saat tw kelemahan aku tapi dia tetap mencintai aku, itu anugrah bgt dan hanya karna pekerjaan Tuhan kan?!

3. buat visi dan komitmen mengenai hubunganku. karna saat ada masalah di depan nanti, visi dan komitmen itu yang akan bikin aku kembali lg. kami pernah bikin itu, kami mau hub kami jadi berkat, jadi klo saat kami mulai mw melenceng kami inget visi awal. gmn mw jadi berkat klo pacaran gak kudus, y kn?! rancang dan  klo perlu tulis dan paling penting doakan supaya bisa terus jalani visi itu.

4. berkomunikasilah dengan sehat. ini point penting bgt. aku juga gagal dalam point ini. sering kali aku tanpa sadar menyakitinya dengan perkataanku. memang aku belum siap bgt tuk pacaran, banyak hal dalam diri aku yang harus dibenahi. ini jg ngmng soal budaya dan latar belakang. untuk satuin 2 budaya yg beda itu susah bgt. aku kebiasaan ngmng kasar tapi hatinya terlalu lembut tuk dnger yg kasar2. aku blajar dari 1 blog yg very blessing dan menginspirasi bgt bilang gini
"Tanda kalo kita mencintai seseorang adalah lewat apresiasi yang kita berikan kepadanya lewat perkataan dan juga sikap kita. Apakah lewat CARA BERBICARA kita, it shows highly honor to our spouse? Apakah lewat SIKAP kita, pasangan bisa merasa dirinya dicintai, dihargai dan dibutuhkan? We must learn how to put true love into action through our words and acts and even through our responses when we are facing conflicts."
 Praktisnya gini:
1. always open heart to share. ngomong klo pasanganmu ada salah. jangan dipendem
2. willing to say sorry and forgive
3. accepted you just as you are.



jadi buat kamu kamu yg putus cinta,, percaya deh itu bukan hal yang memalukan, bukan brarti kita kalah. tapi lihat bagaimana ada rencana Tuhan dalam masa2 kita melepaskan, kesepian, keinget lg. dan ayat ini gak ngawang2 tapi berlaku untuk smua aspek hidup kita termasuk kisah cinta kita:
"And we know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose" -Romans 8:28-

Sabtu, 15 Oktober 2011

Trust in the Lord


nie tulisan dari beberapa hari yg lalu., tp belum slesai2.. aku coba selesaikan..

11 Okt 2011
aku baru pulang jam 11an malam ini, masih pake seragam booo (jgn salah ya, aku bkn anak SMA lg, tp fakultasku mank pake seragam). kali ini bener2 dari pagi. dan hampir hari ini tuk kerja kelompok. 11 jam. mantaaap.

ehh.. iya.. koq malah ceritain kegiatanku. duh gak dongg nie, jarang fokus, klo ngmng suka ngelantur kemana-mana. hehe..

tapi mank smua bermula dari kegiatan yang padeet bgt. trus pas nyampe dorm, cuci muka (cuci muka doank, kaga mandi. hohoho). aku coba refleksiin hari ini.

aku tadi sempet ketemu temen2 deketku. tapi gak kyk dulu yg bisa bareng, makan es krim, ngalor ngidur. aku cuma bs senyum and say hi. mereka nanya sih slama ini aku kemana aja,, aku mank gak kemana2, tubuhku ada, tapi rasanya aku mank ilang dari peradaban. aku senyummm dan jawab "aku lg masa2 terpuruk, nti klo aku dah bs bangkit, aku akan share banyak. skrng ababil, lg gk tw hrs gmn. xry ya untuk sekarang menghilang dulu. hehe" itu juga reaksiku sama mentee dan beberapa temen yg lain.
gak hanya hub sosialku, tapi kesehatanku juga jadi turun, kurus bgt aku skrng. slain itu beberapa kerjaan rasanya gak beres.

ada temenku yg respon saat ku bilang gitu, "lho koq terpuruk, jangan dunk. km kan spv...." blablabla..

ehmmm.. gk tw ya gmn pendapat orng sm aku skrng, me karna pemimpin keq, pelatih keq, apa keq,, tp yg pasti,, aku gak mau tutup2in kelemahan aku. apa yang orang-orang liat tentang aku, ya aku. aku yg penuh kelemahan. aku yg lagi terpuruk. so what? aku biarkan diriku terpuruk dan beri waktu diriku untuk bangkit.
karna di saat2 inilah aku menyadari bner2 i'm nothing.... without GOD.

Dari refleksiku, aku ngaresa koq smuanya kyk sengaja bgt. koq begini-begitu. knp? knp?

trus aku keinget Firman Tuhan yang aku baca beberapa hari yang lalu. tapi waktu itu, ya aku cuma angguk2 aja. hehehe.. tp sekarang aku tw jelas Tuhan mw bicara sama aku dan pastiin aku ngerti dan hidupi, gak asal yang penting baca doank.

aku yakin sekarang dan sampai selama-lamanya DIA berjalan bersamaku. gak pernah sekalipun ditinggalkan. baik di atas puncak gunung maupun dalam lembah terkelam. seperti saat2 ini, saat aku dalam lembah dan menangis terus, IA ikut menanggis bersamaku.


12 Okt 2011
Sebelum aku lanjutin yang diatas. aku mau ceritain bagaimana luar biasanya pekerjaan Tuhan yang aneh hari ini. jadi ceritanya aku mau ke perpus. trus ketemu sahabatku (temen curcol ku). aku langsung blng "aku mau crita.. blablabla" dia lngsng peluk aku, rasanya mau nangis (tapi malu, di depan perpus soalnya). karna nunggu loker kelamaan juga, rame. akhirnya kami ke danau. pas turun di lift dia juga blng dia mau cerita.

Alhasil, 2 gadis dipinggir danau,, nangis2an berdua kenceng. dah gak peduli deh ada yang liat ato gak. klo pake istilah orng pacaran, dunia dah milik kami berdua. sebodo ada yg liat2in kami nangis ato yg pura2 duduk tapi sebenernya mau nguping, penasaran liat kami. hehe..

tapi nangisnya kami tadi gak hanya pelampiasan emosi semata. saat dia cerita tentang keluarganya sambil nangis.. aku ikut nangis. dia sempet ngira aku ikt nangis karna empati. hal yg bikin cengo,, bukan karna empati (hebat bgt aku bs berempati ampe kyk gt) tapi karna seolah-olah dia ngebeberin tentang keluarga aku. Aku ngerti bgt apa yg dia rasain. karna apa yang keluarganya ngalamin persis bgt dengan keluargaku. saat kami ngerasa koq gak adil bgt, koq kel kami harus sampe kyk gni karna mau hidup bener dihadapan Tuhan. Rasanya koq sebagai anak pertama kami gak bisa berbuat apa2. gak rela liat orang tua kami direndahkan orang lain. koq mau hidup bener penuh masalah. koq rasanya Tuhan diem aja, malah sengaja. (kami tw idealnya secara rohani hrs gmn,, tapi kami mau jujur dihadapan Tuhan). koq saakiiitttt bgt y?!

 14 Okt 2011
jujur rasanya sakit bgt saat Tuhan suruh kita serahkan hal yang berharga dalam hidup kita. supaya kita hanya bergantung pada-Nya. entah itu keluarga, jabatan, pacar, harta, sahabat, dll.

waktu di danau, abis acara nangis2an sama sahabatku, kami kemudian sama-sama liat Yoh 11 tentang lazarus. waktu Tuhan Yesus denger kabar klo lazarus sakit, ayt 6 blng klo Tuhan Yesus sengaja tinggal 2 hari di tmpt dimana Dia berada waktu itu. iya, itu juga yang aku rasain. kyknya Tuhan sengaja bgt biarin hal2 gak adil dan menyakitkan itu terjadi dalam hidup kami. Tuhan Yesus malah bilang "syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu"

iya keliatannya Tuhan memang sengaja. tapi saat Tuhan melihat maria (saudara lazarus) menangis,, Tuhan Yesus menangis bersama dengan mereka (ayt 34-35). T_T saat aku dan sahabatku nangis karna ngerasa begitu gak adil, begitu menyakitkan, Ia ikut menangis.

aku memang gak langsung ngerti sepenuhnya. tapi ada damai sejahtera dan sukacita dalam diriku saat itu. Gak pernah skalipun Dia tinggalkan diriku.
Ayt 15, Tuhan blng Ia biarkan semua itu terjadi, Ia sengaja biarkan,...karna..... "sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya"

iya Tuhan mau ajarkan aku untuk Trust. memang sakiiiiiittt bgt, tapi bener2 melalui kejadian2 ini, aku sadar bahwa I'm nothing without HIM.

Trust in The Lord

Trust, trust in the Lord,
Lean not on your own understanding,
In all, all of your ways
Acknowledge Him
He’ll make your path straight

You’ll be my guide for life,
I’ll walk by Your side,
With Your hand in mine,
I’ll go where You lead me.

My eyes can only see,
The ground beneath my feet,
Your dreams are greater,
Your ways are higher
O lord please show me

Bless my thoughts, my dreams, my imaginations
Step by step You delight You Creations.

Minggu, 02 Oktober 2011

Tuhan gak pilih orang yang mampu tapi Ia memampukan orang yang dipilih-Nya

pagi tadi ketika aku datang sujud di kakiNya,,

Tuhan minta konfirmasiku lg,,

aku baca yoh 6:65 "tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakan kepadanya."

aku nangis lg,, nangis dgn perasaan yg begitu bersyukur betapa Dia mengasihi-Ku yg gak ada apa2nya ini. Dia mw anugrahkan iman percaya akan Kristus ini ke orng kyk aku. Dia perlihatkan betapa aku gak kan pernah mampu lakukan dengan kekuatanku. Dia hancurkan kesombonganku! Dia hancurkan aku tuk bangun aku diatas dasar yg kokoh.

saat aku sudah brusaha lakukan hal2 yg berkenan dihadapan Allah, tp koq kayaknya bukannya mulus malah hub jd berantakan.salah satu contohnya masalah aku dan pacarku yang aku ceritain dipostingan sebelumnya. intinya kau mw ksh liat klo sudah jadi orang Kristen itu hidup yg susah akan mulus. bukan braarti klo aku hidup bener, aku akan hepi2 aja hidupnya.

karna setelah ayat itu di perikop bawahnya diceritakan klo setelah Tuhan Yesus ucapkan itu, banyak banget yang ngundurin diri jadi muridnya, pada kabur smua. malah ayat 26 bilang tidak ada lagi yang mengikuti dia. (selain dari 12 murid yg dia pilih)

Nah, itu yg aku rasain seolah2 Tuhan tuch ngmng kyk gni Tuhan sudah pilih aku percaya sama dia, dan iman itu diuji.... "tuch vi liat kan ngikut AKU tuch gak mulus, gak gampang, kamu dah lakuin yg baik pun buat AKU salah karna kamu lakukan itu dgn andalin kekuatan kamu sendiri. ini salah.. itu salah... udah rasa lakuin bener eh,,, menurut AKU, kamu salah, sekarang kamu masih ttp mau percaya dan ikut AKU?"

untuk Trust dan obey itu gak gampang. hanya anugrah saja klo aku mampu.
jadi inget temenku pernah nulis gini ke aku
"Tuhan gak pilih orang yang mampu tapi Ia memampukan orang yang dipilih-Nya"

dalam kelemahanku, kuasa-Mu menjadi sempurna

aku lagi ngerjain tgs sih sebenernya trus kepikiran mau posting yg aku alami beberapa minggu ini. aku harus dokumentasikan masalah ini, karena ini merupakan one of the important part of my life. bagaimana Tuhan memproses aku melalui masalah ini. klo waktu lagi anget2nya kemarin sempet sih kepikiran mw posting tp untung gak jadi karna kemarin itu aku lagi labil bgt, ababil malah. hehehe... tp sekarang aku bs pelan-pelan mengerti bahwa Tuhan mw ajarkan aku banyak hal di sini, walaupun aku masih blm tw apa rencana Tuhan tapi aku imani klo Tuhan sudah rancangkan yg terbaik (walaupun yg terbaik ini menyakitkan buatku, tp ini yg Tuhan blng terbaik untuk aku) jauh sebelum aku ada dalam kandungan ibuku. ehhehe..

sebenernya ini dah berlangsung cukup lama tapi aku lupa kapan tepatnya. mungkin masalah ini gak terlalu penting bagi sebagian orang apalagi yang dah lewatin masa2 20an. duuuhhh.... to the point aja lah ya. jadi masalah ini mengenai cowok! hahah.. GUBRAK bgt kn?! (kirain masalah apa!!)

jadi tahun 2009 kemarin aku memutuskan untuk memulai komitmen dengan seorang pria. fotonya ada noh di postingan sebelumnya.. itu brarti dah 2 tahun ya. hehehe... walaupun kami masih muda saat itu (sekarang masih muda juga koq ^^) tapi kami gak main-main. bener! kami doakan dan hub kami pun bangun hub yg gk aneh,, karna kami tw kami ikutin standarnya Firman Tuhan (hehe,, omongan ini jd berat). bukannya kami mw sok2an,, tp kami bener2 mw hub kami adalah hub yg kudus dan berkenan dihadapan Tuhan, walaupun aku gak blng smua mulus dan gampang. gak bgt! berkali2 tergoda koq tuk gandengan, peluk, blablabla... tapi kami slalu mengingatkan satu sama lain saat mw aneh. sampai skrng aku brsyukur Tuhan jaga hub kami ttp kudus secara fisik. (karena belakangan aku baru tw ada yg namanya jaga kekudusan perasaan, nanti aku share deh).
pokoknya semua kelihatan baik-baik saja slama 2 tahun. (minimal itu menurutku). tapi ya itu kali ya.. aku mungkin terlalu sombong. sudah merasa mampu jalani hub yg bener dengan kekuatan sendiri. seolah-olah aku bisa atur smua kyk yg aku mau. sampai Tuhan hajar aku..

aku gak tw gmn ceritain kronologinya, masalah mana yg muncul duluan, yg jelas hub aku jdi kacau bgt. smua brantakan. dari aku yg pindah gereja (ini lewat pergumulan yg panjang kenapa aku sampai pindah) jdnya beda denominasi sama dia dan ini akhirnya jadi masalah besar bgt. kami hampir putus karna denominasi ini. sampai aku tanya papa, papa ksh beberapa saran. Ini memang masih blm beres (gak tw juga kpn beresnya, tp aku berserah sama Tuhan). lumayan lega untuk yg ini,,
eh lagi kami bergumul gini,, dia sibuk inilah itulah (klo menurut dia sih, dia mw max hidupnya, tp dia apa2 dikerjakan sehingga aku liatnya tuch dia maksa bgt.) saat dia sibuk gni au ngerasa dicuekin, disingkirin (sory ya,, melow bgt!!). nah dr sinilah aku jd mikir macem2. dia dah gak peduli sama aku lah, dia lbh seneng bareng yg lain lah, pokoknya bla bla bla... masalah denominasi blm beres ditambah ini, aku ngerasa aku berjuang sendiri untuk pertahankan hub ini sementara dia berjuang bangun hidupnya.

setelah ababil beberapa saat, kemudian Tuhan sadarkan klo aku gak boleh fokus sama masalah ini trs. hidup aku hrs terus jalan. kuliah, keluarga, pelayanan di LPPI, MYC, pergumulan akan panggilan jadi guru. banyak hal yg hrs aku kerjakan. apakah aku akan terus berlarut-larut dlm masalah ini? gak kan?! aku tw idealnya gitu, (buat yg pnya pacar psti rasain deh ini gak semudah teorinya)

Trus gmn?

aku bersyukur,, hari sabtu kemarin aku ikt ibadah pemuda, JEGEEERRRR!
Pendetaku blng
"klo kamu putus cinta jangan cepet cari pacar, CARI WAJAH TUHAN. maka kamu akan melihat kesucian ALLAH lebih dari segalanya. Tuhan mau bicara sama kamu, Tuhan mau ajar kamu. Terima situasi itu! blajar masa-masa isolasi itu, saat dimana kamu merasa sangat kesepian walaupun sekeliling kamu rame tapi kamu tetap merasa sepi, ngerasa gak ada yang peduli, gak ada satupun yang mengerti kamu,, Itu adalah SAAT PALING BERBAHAGIA KARNA ITU SEBUAH ANUGRAH. Blajar lihat Tuhan, jangan lihat dirimu"

Tuhan tegur aku,, langsung tusuk jauh kedalam dasar hati aku! aku gak bisa tahan air mata aku lg, rasanya aku pengen langsung nangis kenceng2, tp aku inget ada jemaat lain disamping aku, akhirnya air mata aku kluar tanpa suara, tapi hati aku berteriak keceng, berseru "YA TUHAN"

trus aku juga keinget buku yg aku lg baca When God Writes Your Love Story blng gini
"untuk menemukan sesuatu yang lebih baik, kita harus bersandar kepada Allah dan membiarkan apa yang paling berharga bagi kita direnggut. kita harus menjadi rapuh utnuk mempercayaiNya, jika kita ingin menemukaN keamanan dan kepuasan di dalam-Nya. kita harus bersedia melepaskan milik kita yang paling berharga, dan membiarkan IA memegang kemudi atas hidup kita"

slama ini aku merasa hub aku baik dan hub kami pun gak macem2. tapi ada 1 hal paling esensi yg aku lupakan. bahwa sesungguhnya aku berjalan dengan kekuatanku sendiri dan gak slalu melibatkan Tuhan. makasih Tuhan sudah sadarkan aku.

tw apa yg kemudian terjadi,, saat aku sadar minta ampun sama Tuhan dan mw mulai hub yg slalu libatkan Tuhan,, bukannya masalah terselesaikan kami hidup dalam hubungan yang bahagia... yg terjadi adalah malah tambah buruk (klo dalam pandangan duniawi).
tadi malam dia BBM aku "doakan aku biar aku bener2 yakin klo aku masih mencintaimu, aku bener2 berusaha meyakinkan diriku ttng itu, maafkan aku" aku terjemahin ke bahasa kasarnya ya "xry ya aku kyknya gak yakin deh masih syg kamu ato gk"
sedihh,, IYA BGT. diotakku jd mulai aneh2. jd mikir.. pantes kmsrin dia gini, gini, gitu, gni, gitu.. ow ternyata penyebanya karna dah gak ada perasaan, pantes!!

tp aku lgnsng ingat smua yg aku dah tulis di atas ttng khobah hari itu, buku yg aku baca, dan jawaban aku sama Tuhan saat aku blng "IYA TUHAN aku serahkan hidupku padamu, bentuk dan pakai aku sesuai kehendakMu". Seolah2 Tuhan nagih apa yg aku ucapkan atas respon Firman Tuhan yg aku denger.
tau gak hal yg luar biasa adalah
aku gak ngerasa sakit hati. aku gak salahin dia. aku ngerasa TENAAAAANGGG bgt. karna aku sadar hidupku ditanganNya, aku ada di hatiNya, kasihNya dan anugrahNya itu melebihi apapun.

aku diingatkan janji Firman Tuhan saat Paulus blng
"dalam kelemahanku, Kuasa-Mu menjadi sempurna"